'Jakarta Floods': Banjir Jakarta Sedot Perhatian Media Internasional

Jakarta - Banjir Jakarta awal tahun menyedot perhatian media asing. Sejumlah media internasional memberitakan bencana tersebut dengan tajuk 'Jakarta Floods'.



Associated Press (AP) misalnya, mereka memberitakan banjir di Jakarta dengan judul '16 dead, thousands caught in flooding in Indonesia's capital' yang isinya mengabarkan 16 orang tewas dan ribuan lainnya terjebak banjir di Ibu Kota Jakarta'. Data korban tewas dan pengungsi banjir Jakarta dan sekitarnya itu didapat AP dari Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo.



"Musim hujan dan naiknya sungai menenggelamkan setidaknya 169 lingkungan dan menyebabkan tanah longsor di Bogor dan Depok di pinggiran Jakarta, kata juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Agus Wibowo," tulis AP dalam laporan mereka, Kamis (2/1/2020).



he Washington Post juga memberitakan banjir Jakarta. Mereka mengangkat berita 'Jakarta floods' dengan judul '16 dead, thousands caught in flooding in Indonesia's capital'.



The Washington Post mengutip Kapusdatinkom BNPB dalam laporan mereka. Mereka menuliskan "Lebih dari 31 ribu orang berada di pengungsian sementara setelah banjir mencapai 2,5 meter".



Media Singapura, The Strait Times, juga memberitakan banjir Jakarta dan sekitarnya. Mengutip Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo, The Strait Times menyebut penyebab korban tewas banjir Jakarta dan sekitarnya akibat hipotermia, tenggelam hingga tersetrum.



"Kami masih mengumpulkan data dari berbagai sumber dan ada kemungkinan jumlah korban bisa bertambah," kata Agus dikutip dari The Strait Times.



Sementara itu, kantor berita AFP pada Rabu (1/1) kemarin memberitakan banjir Jakarta dengan judul 'Nine dead after Indonesian capital hit by New Year flooding'.



"Sembilan orang tewas setelah Ibu Kota Jakarta dihantam banjir mematikan dalam beberapa tahun ketika hujan lebat mengguyur di malam Tahun Baru mengakibatkan sebagian besar kota megapolitan itu terendam," tulis AFP.



Mengutip Kepala BNPB Doni Monardo, AFP menyebut masyarakat diimbau meninggalkan area rawan banjir. "Prioritas adalah menyelamatkan nyawa," kata Doni Monardo dalam laporan AFP. (gbr/tor)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konspirasi Alien Di Pesawat MH370, Dan Ada Apa Di 18 April 2018?

Daftar Hoax Menyesatkan Tentang Makanan Dan Kesehatan

Lima Pelajaran Ini Harusnya Ada Di Sekolah, Biar Greget